Minggu, 05 Januari 2014

Sejarah Majelis Adat Dayak Nasional



 
Pada tanggal 15 mei 2001, telah menghadap notaris Yuni Astuti, SH, di Balikpapan, Bapak (alm) DR. Barnabas Selilang, dkk. Mendirikan perkumpulan “Dewan Adat Dayak Kalimantan” berkedudukan di Balikpapan (Kal-Tim). Perkumpulan ini berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan maksud dan tujuan :
  1. Mempersatukan etnis Dayak yang terdiri ratusan anak suku Dayak kedalamsatu wadah persatuan dan kesatuan Dayak.
  2. Mewakili etnis Dayak di forum nasional maupun internasional.
  3. Memperjuangkan nasib warga Dayak yang ketinggalan dan terbelakang disemua bidang kehidupan
  4. Melindungi hak-hak dan kepentingan warga Dayak di segala bidang
  5. Meningkatkan sumber daya manusia dan kesejahteraan warga Dayak
  6. Melestarikan nilai-nilai adat Dayak, seni dan budaya
  7. Menjebatani kepentingan masyarakat Dayak dengan pemerintah dan masyarakat Dayak dengan etnis lainnya.
Sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan peran lembaga ini maka dilakukan pendekatan-pendekatan dari beberapa tokoh Dayak se-Kalimantan . Kelahiran DAD Kalimantan masih merupakan embrio, karena dibentuk belum berdasarkan hasil musyawarah seluruh tokoh, pimpinan adat masing-masing suku Dayak, maka didorong oleh latar belakang sejarah dan serangkaian peristiwa yang dihadapi masyarakat Dayak sejak kesepakatan damai di Tumbang Anoi 1894, belum pernah ada kesepakatan bersatu membangun kesejahteraan, SDM masyarakat Dayak, meningkatkan harkat dan martabatnya dalam membangun negara dan bangsa Indonesia.
Dalam kurun waktu tersebut dan dalam proses pembangunan bangsa Indonesia yang berumur lebih dari setengah abad, masyarakat Dayak semakin termajinalisasi dan hampir tercabut dari akar budayanya, menimbulkan konflik dalam berbagai bidang kehidupan , yang memerlukan kearifan. Kearifan inilah yang diangkat sebagai modal untuk membangun masyarakat Dayak disegala bidang. Dan kearifan ini masih kokoh kuat pada masyarakat yaitu adat istiadat dan hukum adat Dayak yang sejuk, aman dan damai.
Berangkat dari berbagai hal tersebut maka pada dilaksanakan Munas I Dad se-Kalimantan di Balikpapan tanggal 29 November 2004, dengan tema : “Persatuan dan Kesatuan Dayak Dalam Bingkai Nkri“ dan sub tema “Membangun Karakter Orang Dayak “.
Pemilihan tema dimaksud adalah sangat penting dalam rangka menyatukan visi dan misi suku Dayak dalam membela dan membangun NKRI dalam wadah perjuangan (organisasi warga masyarakat Dayak) yang secara de facto dan de jure sebagai wadah persatuan dan kesatuan untuk membangun orang Dayak. Dan dengan sub tema membangun karakter orang Dayak adalah mempersiapkan diri/jati diri dalam mengadaptasi perkembangan regional, nasional dan global, sehingga terbangun masyarakat Dayak yang mempunyai harkat dan martabat.
Munas I DAD se-Kalimantan yang diselenggarakan di kota Balikpapan (Kalimantan Timur) 29 November 2004, merupakan puncak dari berbagai pertemuan Dewan-dewan Adat Dayak dan Majelis Adat Dayak di provinsi-provinsi regional Kalimantan sebelumnya.
Munas I telah berhasil memilih pengurus Dewan Adat Dayak untuk Tahun 2004-2007 sebagai berikut:
I. Ketua Umum
:
Kol (purn) Michael Andjioe, SEP, MBA
Ketua I
:
DR. Ellyano S. Lasan , SE, M.Si
Ketua II
:
Kol (purn) Handep
Ketua III
:
Lewis KDR, BBA
II. Sekretaris Umum
:
Yukubus Kumis
Sekretaris I
:
Sony Sabilang, S. Hut
Sekretaris II
:
Jusrani
Sekretaris III
:
Drs. EC. Amulanu A. Lingu, M.Si
III. Bendahara Umum
:
Ir. Albertus E. Usik
Bendahara I
:
Drs. Noysuis Nereng
Bendahara II
:
Sedau Pitau
Bendahara III
:
Erekto, SE (alm)

Munas II dilaksanakan di Pontianak tanggal 2-5 September 2006 dihadiri oleh 300 peserta terdiri dari :
  • Kepala-kepala Adat Besar
  • Kepala Suku
  • Damang, cendekiawan, kelompok profesional, pemuka/tokoh adat Dayak se-Kalimantan dan di luar Kalimantan, unsur eksekutif, legislatif, unsur TNI, Kepolisian RI, Perhimpunan Dayak Serawak-Malaysia.
Munas ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah RI dengan kehadiran Wakil Presiden RI, bapak Yusuf Kalla, untuk membuka Munas II tersebut dan didampingi para menteri serta dukungan dari pemerintah daerah.
http://madn.or.id/index.php/madn


Tidak ada komentar:

Posting Komentar